Senin, 11 Oktober 2010

Tukang Becak

TUKANG BECAK
          Seorang kakek tua yang berumur diatas 50 tahun, sedang menggoes becak kesayangannya, ia pun bersemangat untuk menjalani hidup nya. Kakek itu sudah tidak mempunyai istri, namun dia mempunyai seorang cucu  bernama somad berumur 12 tahun dan baru duduk di Sekolah Dasar. Kakek itu membesarkan cucunya dari kecil, orang tua somad sudah tidak ada.
            Pada suatu hari kakek pun bekerja dengan becak kesayangannya, dan ditengah perjalanan ada seorang ibu dengan anaknya yang memanggilnya. pakk, Becakk..!! si kakek pun berhenti. Kata kakek,, becak buu. Yaa,, iya lahh masa taxi, si ibupun menjawab dengan kasarnya.! Ternyata kakek membawa penumpang tersebut ke pasar. Setelah sampai tiba-tiba saat si ibu dengan anaknya mau turun becak tersebut terguling menutupi ibu-ibu  itu. Dan ibu-ibu itu marah-marah kepada kake tersebut. Si kake pun hanya diam..diam..dan diam. Ibu itu membayar ongkos becsknys hanya Rp.1000. dan kakek pun menjawab “Alhamdulillahirabil ‘alamin”. Uang itu pun ia simpen ditempat yang sangat tertutup sebagai pertama dia mendapat uang dari pekerjaanya sebagai tukang becak. Kakek pun sangat bersykur kepada Allah.
            Kakek pun berkeliling kampong, dan ahirnya berkat pengalaman tadi kakek itu sangat berhati-hati, ada seorang laki-laki yang menaiki becak Nya, dan orang tersebut bertujuan untuk ke rumahnya, sesampai disana orang tersebut bertanya? “Kakek, kakek masih puunya keluarga”?  Kakek pun menjawab. Ohh.. tidak pak, saya tinggal bersama cucu saya. Cucu kakek berumur berapa? Orang tersebut bertanya. Kakek pun menjawab, cucu saya berumur 12 tahun. Orang tersebut memberikan ongkosnya sebesar Rp.100.000. kakek pun terkejut. Kakek pun berkata “ Maaf pak tidak ada kembalianya” silahkan kembalianya bapak bawa saja, bapak itu pun menjawab. Dan bapak itu mengasih kartu namanya dan berkata kalau bapak perlu apa-apa silahkan mampir ke rumah saya. Kakek itu pun bersujud dan mengucapkan allhamdulillahrabil’alamin terima kasih yaa Allah. Kakek itu pun langsung pulang ke rumah, dan memeluk cucunya. Kake itu berkata kepada cucu Nya?. “Cuu.. kakek dapat rejeki, dan kamu besok bias masuk sekolah lagi, biar tunggakan yang 6 bulan itu di bayar 1 bulan dulu. Kakek itu pun terus bekerja dengan becaknya, dan bayak penumpang yang meniki becaknya. Kakek pun mendapatkan uang seharian sebessar Rp.25.500. dan uang tersebut hanya cukup 4 kali makan saja.
            Suatu hari kakek bertemu dengan bapak-bapak yang mengasih kartu nama itu, dan kebetulan bapak itu sedang menunggu becak, kakek pun di panggil sama bapak itu. Pak.. Becakk, kakek menghampirinya. Bapak itu ternyata lagi-lagi menuju prumahnya, dan sesampai disana bapak itu member ongkos sebesar Rp. 500.000, kakek itu pun bertanya. Pak maaf ini kelebihan atau bapak mengejek saya sebagai orang miskin. Kakek pun marah karena kakek tidak mau dihina walaupun saya orang miskin. Bapak itu pun menjawab? “Ooohh tidak Pak, saya tidak mengejek bapak atau gimana, saya cuma simpati sama bapak, tolong terima pemberian dari saya pak.dan maafkan saya bila bapak tersinggung. Oohh iya pak mari mapir ke rumah saya dulu, sekalian bapak istirahat. Kakek pun menolaknya, saya tidak mau! Saya tidak pantas untuk masuk ke istana bapak ini, bapak itu pun menjawab? Ayo lah pak saya tidak akan macam-macam kok. Ahirnya kakek pun mau masuk ke rumah bapak itu. Dan kakek itu seperti orang yang kebingungan melihat rumah yang sangat bagus,indah,dan besar seperti istana. Kakek pun masuk ke ruang tamu. Dan bapak itu mengobrol dengan kakek, bapak itu menanyakan tentang keluarga kakek,bapak itu mengajak cucunya main ke rumah nya. Dan ahirnya kakek pun pulang.
            Pagi-pagi kakek mengantarkan cucunya berangkat sekolah, di tengah jalan ada mobil mewah menabrak becaknya. Kakek pun marah dan turun dari becak, becak kakek itu pun rusak. Ternyata setelah kakek turun dari becaknya keluarlah bapak yang mengajak kakek maen ke rumahnya. Bapak itu berkata “maafkan supir saya pak, mungkin dia kurang hati-hati mengendarainya,”kakek itu tetap marah dan minta ganti becaknya. bapak itu setelah membuka kaca matanya hitamnya, ternyata kakek langsung memeluk bapak itu karena dia sangat berterima kasih atas selama ini. Bapak itu pun mengasih uang sebesar RP.5.000.000 kata bapak itu ini pak uang untuk ganti becak bapak itu. Mari sekarang bapak ikut bersama saya saja, saya punya anak yang seumuran sama cucu bapak. Bapak itu memanggil anaknya, Nurul… dan anak bapak itu keluar dari mobilnya. Ternyata cucu kakek dan anak bapak tersebut sudah mengenali sebelumnya, mereka berdua pun satu sekolah.ahirnya kakek pun mau berangkat mengantarkan cucunya dengan mobil, dan becak tersebut dititipkan. Ahirnya dari semua biaya sekolah cucu kakek di tanggung sampai cucu kakek menjadi orang sukses.
            Pada suatu hari libur panjang tiba, bapak itu mengajak kakek dan cucunya bertamasya ke Ancol, Monas, dan keliling Jakarta, kakek dan cucunya pun sangat senang bisa Liburan, dan kakek pun ke monas dan naik ke ujung monas, kakek membayangkan “apabila ada isteri ku di tempat ini saya sangat senang sekali” karena sewaktu kakek masih muda kakek bercita-cita dengan istrinya untuk mengunjungi monas ini.
            BERSAMBUNG….. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar